Jumat, 22 Februari 2013

Silabus Pragmatik



SILABUS
MATA KULIAH PRAGMATIK







Oleh
Noermanzah, M.Pd.






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SATRA INDONESIA
STKIP-PGRI LUBUKLINGGAU
2013





GARIS-­GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN (SILABUS)
MATA KULIAH PRAGMATIK

Mata Kuliah                : Pragmatik
Program                      : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Beban Studi/Smt        : 2 SKS/IV
Kode MK/Prasyarat    : KIN 242/STI 112 & KIP 232
Dosen (Koordinator) : Noermanzah, M.Pd.
Alamat                                    : Jln. Barokah Marga Mulya Lubuklinggau
Ponsel                         : 085664945652
Surat-Elektronik         : noermanzah@ymail.com
Blog                            : 1. silabuspragmatik-noermanzah.blogspot.com  
  2. pragmatik-noermanzah.blogspot.com

A. Dekripsi Mata Kuliah
Perkuliahan ini mengkaji, mendiskusikan, dan menerapkan tentang ilmu pragmatik, baik sebagai calon guru, peneliti bahasa, maupun masyarakat pada umumnya. Pragmatik merupakan mata kuliah yang menuntut mahasiswa untuk aktif, kreatif, dan santun dalam berkomunikasi lisan serta mampu meneliti dengan kajian pragmatik. Selain itu, mahasiswa sebagai calon guru harus mampu memahami bahasa anak secara pragmatik (makna bahasa secara eksternal) sehingga dapat menilai kebutuhan siswa yang pada akhirnya mampu mengantarkan siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia.

B. Standar Kompetensi Mata Kuliah:
Mahasiswa mampu memahami, menanggapi, menjelaskan, mendemonstrasikan, dan menganalisis hal-­hal yang berhubungan dengan wacana pragmatik yang meliputi: situasi tutur, tindak tutur, jenis-jenis tindak tutur, presuposisi, implikatur, entailement, prinsip kerjasma, prinsip kesopanan, parameter pragmatik, wacana tekstual, wacana kontekstual, bentuk dan nilai komunikatif kalimat dalam bahasa Indonesia, dan pragmatik imperatitif.    

C. Media dan Sumber Perkuliahan:
1. Buku Referensi
1.     Buku “Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia” Karya R. Kunjana Rahardi  (2005) Penerbit Erlangga, Jakarta.
2.     Buku “Pragmatik” Karya Louise Cummings (2007) Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta.  
3.     Buku “Pragmatik dan Penelitian Pragmatik” Karya F. X Nadar (2008). Graha Ilmu. Yogyakarta.
4.     Buku “ Pengajaran Pragmatik” Karya Henry Guntur Tarigan (2009). Angkasa Bandung, Bandung.
5.     Buku “Analisis Wacana Pragmatik: Kajian Teori dan Analisis” I Dewa Putu Wijaya dan M. Rohmadi (2011) Penerbit Yuma Pustaka, Surakarta.

2. Bahan/Alat/Media 
·       CD bahan ajar MK Pragmatik
·       Flashdisk untuk menyimpan tugas-tugas
·       Satu bendel untuk portofolio tugas-tugas
·       LCD dan Papan Tulis



D. Satuan Acara Perkuliahan
Pertemuan
Materi/Kompetensi
Indikator
Pendekatan/Metode
Alokasi Waktu
1
Hakikat dan Sejarah Pragmatik
a. Hakikat Pragmatik
b. Sejarah dan Latar Belakang Lahirnya Pragmatik

Mahasiswa mampu memahami dan mempresentasikan hakikat dan sejarah lahirnya pragmatik dalam diskusi ilmiah
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
2
Situasi Tutur
a. Aspek-aspek Situasi Tutur
b. Perbedaan Analisis Linguistik Struktural dengan Analisis Pragmatik

Mahasiswa mampu memahami, membedakan, dan mempresentasikan situasi tutur yang terdiri dari aspek-aspek situasi tutur dan perbedaan analisis linguistik structural dengan analisis Pragmatik dalam diskusi ilmiah
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
3
Tindak Tutur
a.    Tindak Lokusi
b.    Tindak Ilokusi
c.    Tindak Perlokusi

Mahasiswa mampu memahami dan mempresentasikan tindak tutur lokusi, tindak ilokusi, dan tindak perlokusi dalam diskusi ilmiah
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
4
Jenis-jenis Tindak Tutur
a. Tindak Tutur Langsung dan Tindak Tutur Tidak Langsung
b. Tindak Tutur Literal dan Tindak Tutur Tidak Literal
c. Tindak Tutur Langsung Literal
d. Tindak Tutur Tidak Langsung Literal
e. Tindak Tutur Langsung Tidak Literal
f.  Tindak Tutur Tidak Langsung Tidak Literal

Mahasiswa mampu memahami dan mempresentasikan jenis-jenis tindak tutur dalam diskusi ilmiah
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
5
a. Praanggapan (Presuposisi)
b. Implikatur
c. Entailment

Mahasiswa mampu memahami dan mempresentasikan praanggapan, implikatur, dan entailment dalam diskusi ilmiah
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
6
Prinsip Kerja Sama
a. Maksim Kuantitas
b. Maksim Kualitas
c. Maksim Relevansi
d. Maksim Pelaksanaan
Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan prinsip kerja sama yang terdiri dari maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan
maksim pelaksanaan
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
7
1. Prinsip Kesopanan
a.    Maksim Kebijaksanaan (Tact Maxim)
b.    Maksim Kemurahan (Generosity Maxim)
c.    Maksim Kerendahan Hati (Modesty Maxim)
d.    Maksim Kecocokan (Agrement Maxim)
e.    Maksim Kesimpatian (Sympathy Maxim)
2. Parameter Pragmatik
a.      Muka Positif (Positive Face)
b.      Muka Negatif (Negative Face)

Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan prinsip kesopanan dan parameter pragmatic
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
8
Ujian Tengah Semester (UTS)

Essay
100 Menit
9
Wacana Tekstual dan Kontekstual
a. Analisis Wacana Tekstual
b. Analisis Wacana Kontekstual

Mahasiswa mampu memahami dan membedakan analisis wacana tekstual dan kontekstual
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
10
Bentuk dan Nilai Komunikatif Kalimat dalam Bahasa Indonesia
a. Kalimat Deklaratif
b. Kalimat Interogatif
c. Kalimat Imperatif
1.    Kalimat Imperatif Biasa
2.    Kalimat Imperatif Permintaan
3.    Kalimat Imperatif Pemberian Izin
4.    Kalimat Imperatif Ajakan
5.    Kalimat Imperatif Suruhan
d. Kalimat Ekslamatif
e. Kalimat Empatik
Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan bentuk dan nilai komunikatif kalimat dalam bahasa Indonesia
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
11
1. Wujud Formal dan Wujud Pragmatik
    Imperatif
a.    Wujud Formal Imperatif
b.    Wujud Pragmatik Imperatif
2. Kesantunan Linguistik dan Kesantunan
    Pragmatik Imperatif
a.    Kesantunan Lingustik Tuturan Imperatif
b.    Kesantunan Pragmatik Tuturan Imperatif dalam Bahasa Indonesia
Mahasiswa mampu memahami wujud formal dan wujud pragmatik serta kesantunan linguistik dan kesantunan pragmatik imperatif
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
12
Persepsi Peringkat Kesantunan Imperatif
1. Tipe Tuturan Imperatif Pengukur Persepsi Peringkat Kesantunan
2. Persepsi Peringkat Kesantunan Pemakaian Tuturan Imperatif
3. Rekapitulasi Kesantunan Pemakaian Tuturan Imperatif
Mahasiswa mampu memahami persepsi peringkat kesantunan imperatif
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
13
Praktik Analisis Wacana Pragmatik
1.    Pemanfaatan Permainan Bahasa sebagai Bahan Pengajaran Bahasa dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pengajaran Ilmu Bahasa di Indonesia
2.    Implikatur dalam Wacana Kampanye Politik Pemilu 2009
Mahasiswa mampu memahami dan menganalisis wacana pragmatik
Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
14
Metodologi Penelitian Bahasa Tinjauan Pragmatik
Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan metodologi penelitian bahasa dengan tinjauan pragmatik

Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
15
Membahas Hasil Penelitian Bahasa secara Pragmatik
Mahasiswa mampu memahami dan menuangkan tulisan ilmiah dalam hasil penelitian bahasa secara pragmatik

Pendekatan Genre/Diskusi dan Penugasan
2 x 50 Menit
16
Ujian Akhir Semester (UAS)

Essay
100 Menit


E. Kebijakan
  1. Semua tugas atau karya harus diketik atau cetak komputer dalam format yang ditentukan, tulisan tangan tidak diterima. Jika baru mengenal komputer, jangan panik. Ini lah kesempatan besar untuk masuk ke dalam era elektronik.  
  2. Mahasiswa yang memiliki ketidakmampuan atau kondisi yang menyebabkan ketidakmampuan menyelesaikan tugas atau tidak memenuhi kriteria penyelesaian tugas diupayakan menemui Dosen Pengampu untuk mengidenifikasi, mendiskusikan, dan mendokumenkan setiap kemungkinan modifikasi atau akomodasi  instruksional. Mahasiswa harus memberitahu Dosen Pengampu tidak lebih dari dua minggu setelah kondisi ketidakmampuan terdiagnosis. Mahasiswa harus menghubungi bagian akademik Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk menyelesaikan kasus ini.
  3. Simpan semua tugas, draf, dan revisi dalam flashdisk.
  4. Jangan pernah menyerahkan tugas-tugas salinan asli.  Anda harus menyimpan salinan asli, Dosen tidak bertanggungjawab atas kemungkinan kehilangan.
  5. Plagiarisme, yang diambil dari bahasa Latin untuk "pencuri" adalah menyerahkan tugas yang merupakan karya orang lain yang diakui sebagai karya sendiri. Kasus plagiarisme akan menyebabkan kegagalan kuliah ini dan mendapatkan sanksi akademis pelanggaran disiplin.
  6. Konferensi: silakan menemui Dosen Pengampu selama jam kerja atau dengan perjanjian untuk mendiskusikan persoalan mata kuliah, ide tugas-tugas, draf, nilai, dan hal lainnya yang dianggap perlu.
  7. Sebagai tambahan, mahasiswa perlu memahami kesantunan profesional:
    • Jika sudah berjanji harus ditepati, khususnya perjanjian di luar jam kerja.  Jika tidak dapat menepati harap dikomunikasikan kepada dosen sebelum waktu perjanjian. Untuk waktu perkuliahan, mahasiswa dapat menghubungi dosen untuk meminta kepastian kehadiran.
    • Komunikasi/miskomunikasi: mahasiswa terkadang melakukan komunikasi yang buruk atau gagal kepada Dosen sebab tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Jika mengalami masalah semacam ini, beritahu Dosen Pengampu untuk mendapatkan bantuan. Anda dapat menemui setelah kuliah, atau mengirim e-mail, atau menelepon di kantor atau di rumah.

F. Sistem Penilaian 
1. Kriteria penilaian untuk tugas makalah: 20 poin per kriteria
  1. gagasan utama jelas;
  2. pendahuluan/kesimpulan padat dan ringkas;
  3. koherensi Paragraf /koherensi keseluruhan karangan;
  4. pemahaman bacaan dan kutipan teks;
  5. berpikir kritis (kesimpulan ke argumen, analisis, interpretasi); serta
penghayatan, keseriusan, dan ketepatan.

2. Penilaian Akhir
Tabel Pembobotan Nilai
No.
Aspek yang dinilai
Bobot
1
Kehadiran dan partisipasi dalam perkuliahan
10%
2
Kuis
5%
3
Tugas (Portofolio)
20%
4
UTS
30%
5
UAS
35%

Jumlah
100%

Catatan: kehadiran dan partisipasi yang tidak memuaskan (meninggalkan lebih dari dua pertemuan tanpa sebab yang dapat dipertanggungjawabkan) akan mengakibatkan penurunan nilai mata kuliah. Meninggalkan kelas lebih dari 25% dapat mengakibatkan kegagalan mata kuliah.

                                                                                    Lubuklinggau,  Januari 2013
            Dosen Pengampu,

                                                                                    Noermanzah, M.Pd.

                                                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar